Home » » Prasasti Amoghapasa

Prasasti Amoghapasa

Jakarta (GWT) - Prasasti Amoghapasa adalah prasasti yang dituliskan pada tahun 1347 di bagian belakang stela (sandaran) patung batu, yang disebut sebagai pāduka Amoghapāśa, seperti yang disebutkan dalam prasasti Padang Roco.

Pada tahun 1347, Adityawarman menambah pahatan aksara pada bagian belakang patung tersebut untuk menyatakan, bahwa patung ini melambangkan dirinya. Prasasti ini kini disimpan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta dengan nomor inventaris D.198-6469 (bagian arca).

Patung ini adalah hadiah dari Kertanagara, raja Singhasari kepada Tribhuwanaraja, raja Melayu di Dharmasrayapada pada tahun 1208 Saka atau tahun 1286 Masehi. Hal tersebut dapat dilihat di bagian lapik (alas) arca ini, yang  terdapat manuskrip, yang menyebutkan bahwa prasasti Padang Roco yang menyebutkan penghadiahan arca ini.

Manuskrip yang dipahat kembali pada bagian belakang patung ini, tertulis dalam bahasa Sanskerta, dengan tata bahasa dari pahatan manuskrip ini, tampak tidak terstruktur, sehingga menyulitkan dalam menerjemahkannya secara benar. Namun demikian, sebagian besar isinya merupakan puji-pujian kepada Adityawarman

Dengan beberapa teks yang sudah jelas, sangat membantu untuk memperkirakan maksud dari manuskrip tersebut.

Esensi dari tulisan tersebut tentang pengukuhan atau pratista, dari patung Amoghapasa oleh Ācārya (Pendeta Guru) Dharmaśekara, atas perintah Adityawarmanatau nama lainnya Ādityawarmodaya.

Disebutkan pula, Adityawarman menyatakan dirinya menjadi Maharajadiraja dengan gelar Srīmat Srī Udayādityawarma Pratāpaparākrama Rājendra Maulimāli Warmadewa dengan memulihkan keadaan sebelumnya (Kerajaan Melayu) dan kemudian menamakannya Malayapura pada tahun 1347 Masehi.

Foto : Istimewa

Thanks for reading & sharing Gosip WA Terkini

Previous
« Prev Post

Gosip WA Terkini

Populer